PERGESERAN PARADIGMA, MEETING TAK PERLU TERLALU OFFICIAL

Dipl,-Ing. Henny Poerwanti, ST bersama rekan kerja dan investor

BANGGASIDOARJO | SIDOARJO – Dewasa ini, banyak sekali perusahaan yang sudah sangat jarang memakai adat kolot dan kaku. Sebut saja salah satunya agenda meeting yang harus selalu resmi, kaku, berada dalam ruangan tertutup, tegang dan sangat membosankan. Lebih tepatnya “sangat official”. Paradigma tersebut perlahan mulai digantikan dengan paradigma baru yang lebih flexible, menyenangkan, dan fresh. Hal ini tentu didasari dengan berbagai riset dan pengalaman perusahaan-perusahaan yang mendorong kesadaran bahwa ide segar tidak akan keluar di tempat yang terbatas dan kaku. Akibatnya, winning team perusahaan tidak akan pernah ada.

Kita tahu bahwa saat ini, seluruh perusahaan tentu ingin memiliki team kemenangan atau Winning Team yang memiliki performa, kinerja, dan loyalitas yang tak perlu diragukan lagi pada seluruh aspek. Team tersebut sebenarnya dapat dengan mudah diwujudkan dalam organisasi atau perusahaan. Caranya beragam, selain memperhatikan kualitas SDM, mencari pekerja yang rajin, pekerja keras, dan fokus. Selanjutnya perusahaan juga harus memulai membentuk lingkungan kerja yang sehat, dan tidak monoton. Hal ini mampu mendorong produktivitas pekerja baik secara kualitas maupun kuantitas.

Dengan menciptakan suasana kerja dan lingkungan kerja yang menyenangkan, ramah, nyaman dan akrab satu sama lain, termasuk merubah paradigma meeting yang selalu monoton dan official, perusahaan dapat mendorong pekerja untuk memiliki healthy stress management level yang lebih tinggi secara signifikan, walaupun sama-sama mengalami tingkat stress yang sama. Hal inilah yang mendorong Heni (50), salah satu pebisnis di bidang Marine Oil and Gas untuk turut merubah paradigmanya tentang meeting. Pebisnis ini memilih mengadakan meeting di salah satu café yang dianggapnya memiliki tempat yang mengakomodir jalannya rapat dan merepresentasikan kondisi perusahaan secara bersamaan (17/01/2020)

Dipl,-Ing. Henny Poerwanti, ST (50) ketika diwawancarai menjelaskan, “Saya orangnya sangat flexible, jadi selalu mobile. Dulu saya tinggal di luar negeri ya, jadi nggak terlalu banyak ngerti tempat untuk kongkow. Kalau di hotel kan kita mahal. Kadang-kadang saya menyesuaikan kondisi. Kita bisnis itu kan up and down, ada pasang surutnya. Biasanya kan kalau ndak di hotel, kalau terlalu mahal. Sedangkan jika hanya di kantor, terlalu kaku. Udahlah kita yang relax  aja. Nggak terlalu official”.

Ibu Heni merupakan pebisnis senior di bidang Marine Oil and Gas yang telah mulai terjun ke dunia perkapalan dan fasilitas bangunan laut mulai tahun 2006. Pengalaman yang dimiliki dibangun sejak beliau duduk di bangku perkuliahan. Beliau merupakan lulusan ITS di bidang Teknik Perkapalan.

Dipl,-Ing. Henny Poerwanti, ST juga menjelaskan, bahwa tidak sembarang memilih tempat meeting. Beliau selalu memperhatikan aspek-aspek yang dapat meningkatkan branding perusahaan. Tempat yang dipilihnya harus representatif,  dan tidak terlihat murah. Sehingga beliau memilih untuk mengadakan rapat di Kekopi Coffee Shop and Co-Working Space.

Kekopi Coffee Shop and Co-Working Space sendiri merupakan salah satu café kekinian dengan menu khas kopi susu dengan berbagai menu pendukungnya. Selain memiliki fasilitas berupa coffee  shop, aula, dan co-working space. Café ini rencananya juga akan menyediakan ruang meeting khusus yang tak kalah hits dengan keadaan café dan co-working spacenya.

@Nia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here