APLIKASI SI BUTIK UNTUK MENGURANGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH

Sumber: APKpure.com

BANGGASIDOARJO.COM | Penyakit demam berdarah dangue (DBD) masih menjadi momok. Pemeriksaan jentik pada tempat-tempat penampungan air adalah jurus jitu untuk memberantasan sarang nyamuk.

Selama ini, pencatatan temuan jentik nyamuk masih dilakukan oleh kader pemantik di setiap wilayah secara manual per bulannya. Tetapi, melalui aplikasi Si Butik atau Sidoarjo Berburu Jentik ini, masyarakat diajak peduli memeriksa jentik nyamuk secara mandiri.

Setiap rumah maka idealnya harus memiliki juru pemantik. Setiap jumat harus mengisi form di apliksai, apakah ada jentik di kamar mandi atau tempat penyimpanan air lainnya. Data tersebut akan terekap menjadi grafik. Di aplikasi Si Butik akan muncul berapa rumah per RT per RW dan tempat-tempat umum (TTU) lainnya seperti pasar, musala, dan sekolah.

“Salah satunya supaya lebih bisa waspada. Ternyata jentik di desa ini masih sekian. Karena angka bebas jentik minimal 95 persen,” ujar Kepala Puskesmas Sukodono, dr. Luki Rahayu kepada Radar Sidoarjo.

Aplikasi Si Butik masih tahap sosialisasi ke desa-desa yang menjadi pilot project. para kader dan pihak terkait di Desa Pademonegoro Sukodono, diberikan arahan penggunaan aplikasi Si Butik itu.

Masing-masing puskemas menunjuk ada dua desa yang kadernya memiliki kesadaran tinggi dalam penanggulangan DBD ini. “Di Sukodono, selain Pademonegoro, ada desa Suruh,” ujarnya.

Jika angka bebas jentik dibawah itu harus masyarakat harus waspada. Supaya tetap melakukan 4M plus. Yakni menguras, menutup, mengubur dan memantau plus menghindari dari gigitan nyamuk. Dimana saat ini kewaspadaan terhadap penyakit menular lebih ditinggalkan. Sekarang jarak jangkauan nyamuk Aedes Aegypty bisa mencapai 10 kilometer.

“Eranya sekarang penyakit tidak menular. Tetapi karena DBD sudah mengenai satu orang saja, ibarat ledakan langsung ramai minta fogging,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here