Jangan Kuatirkan Rezekimu, Allah lah Maha Pemberi rezeki.

0
66
Pendiri Pesantren el-KU Trawas. Pondok Pesantren Entrepreneur Literasi pertama di Indonesia. Silahkan daftarkan Putra dan Putri Anda mulai Lulusan SD kontak kami 081330447814
Bangga Sidoarjo, Surabaya – Jangan Kuatirkan Rezekimu, Allah lah Maha Pemberi rezeki.
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ (٥٨)
“ Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki yang memiliki kekuatan lagi sangat kukuh.” ( QS. Al-Dzariyat (51) : 58 )

Sobat. Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa sesungguhnya Dia tidak akan minta bantuan mereka untuk sesuatu kemanfaatan atau kemudaratan dan tidak pula menghendaki rezeki dan memberikan makan seperti apa yang dikerjakan oleh para majikan terhadap buruhnya, karena Allah tidak perlu kepada mereka, bahkan merekalah yang memerlukan-Nya dalam segala urusan mereka, Allah adalah pencipta mereka dan pemberi rezeki mereka. Dialah yang mempunyai kekuasaan, kemampuan dan kekuatan yang tak terhingga. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. Abu Hurairah meriwayatkan dan berkata:

Sobat. Rasulullah bersabda: “Allah berfirman:”Wahai anak Adam, luangkanlah waktu untuk beribadat kepada-Ku niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Ku-tutupi kefakiranmu, dan jika engkau tidak berbuat (menyediakan waktu untuk beribadat kepadaKu) niscaya akan Ku-penuhi dadamu dengan kesibukan (keruwetan) dan tak akan Ku-tutupi keperluanmu (kefakiran).” (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah).

Sobat. Allah memberi rezeki kepada seluruh hamba-Nya sebagaimana Dia juga memberikan rezeki kepada salah seorang dari mereka. Apa pun yang diberikan-Nya selalu membuat heran dan kagum.

Sobat. Para ulama berkata, “ Rezeki bagi badan adalah makanan, dan rezeki bagi jiwa adalah pengetahuan/Ilmu.” Diantarakeduanya, pengetahuan merupakan rezeki paling utama. Kalau Anda dianugrahi penghasilan atau harta yang melimpah oleh Allah ‘Azza wa jalla, sementara sahabat Anda dikaruniahi pengetahuan, yakinilah seyakin-yakinnya bahwa sahabat Anda lebih maju beberapa langkah di sisi Allah ketimbang Anda. Allah ‘Azza wa jalla mengaruniahi ruh dan jiwa dengan pengetahuan.
Allah SWT berfirman :
وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ لَا نَسَۡٔلُكَ رِزۡقٗاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ (١٣٢)
“ Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezei kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat ( yang baik ) itu adalah bagi orang yang bertakwa. ( QS. Thaha (20) : 132 )

Sobat. Ayat ini menjelaskan amanat berikutnya yang tidak kurang pen-tingnya dari perintah sebelumnya ialah perintah Allah kepada Nabi saw menyuruh untuk keluarganya mengerjakan salat dan sabar dalam melaksanakan salat dengan menjaga waktu dan kesinambungannya. Perintah itu diiringi dengan perintah yang kedua yaitu dengan peringatan bahwa Allah tidak minta rezeki kepada Nabi, sebaliknya Allah yang akan memberi rezeki kepadanya, sehingga Nabi tidak perlu memikirkan soal rezeki keluarganya. Oleh sebab itu keluarganya agar jangan terpengaruh atau menjadi silau matanya melihat kekayaan dan kenikmatan yang dimiliki oleh istri-istri orang kafir itu. Demikianlah amanat Allah kepada Rasul-Nya sebagai bekal untuk menghadapi perjuangan berat, yang patut menjadi contoh teladan bagi setiap pejuang yang ingin menegakkan kebenaran di muka bumi. Mereka harus lebih dahulu menjalin hubungan yang erat dengan Khaliknya yaitu dengan tetap mengerjakan salat dan memperkokoh batinnya dengan sifat tabah dan sabar. Di samping itu haruslah seisi rumah tangganya mempunyai sifat seperti yang dimilikinya. Dengan demikian ia akan tabah berjuang tidak diombang-ambingkan oleh perhiasan kehidupan dunia seperti kekayaan, pangkat dan kedudukan.

Sobat. Amanat-amanat inilah yang dipraktekkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya sehingga mereka benar-benar sukses dalam perjuangan mereka sehingga dalam masa kurang lebih 23 tahun saja Islam telah berkembang dengan pesatnya di seluruh jazirah Arab dan jadilah kalimah Allah kalimah yang paling tinggi dan mulia.

Jika Rasul dan keluarganya menghadapi berbagai kesuliltan, beliau mengajak keluarganya untuk salat, sebagaimana diriwayatkan dari sabit, ia berkata :
Apabila keluarga Nabi ditimpa kesusahan, beliau memerintahkan mereka, “Ayo salatlah, salatlah,” sabit berkata, “Para nabi jika tertimpa kesusahan mereka segera menunaikan salat.” (Riwayat Ibnu Abi hatim)

Sobat. Mintalah kepada Allah baik untuk urusan yang kecil maupun urusan yang besar. Ini merupakan akhlak penghambaan yang sempurna kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Hendaklah kalian memohon kepada Tuhan dalam segala kebutuhan, bahkan memohonlah agar Allah menyambungkan kembali tali jepit sandalnya yang putus.” Ini merupakan petunjuk bahwa manusia harus meminta kepada Tuhannya segala hal yang dibutuhkannya, baik besar maupun kecil, banyak maupun sedikit. Diantara akhlak penghambaan adalah kembali kepada Allah SWT dalam segala urusan.

Sobat. Allah lah yang mencukupi rezeki kita dan memerintahkan kita untuk menggapai kenikmatan akherat. Berbuatlah kalian untuk Allah, dan jangan berbuat untuk perut kalian. Seharusnya Anda bekerja keras mendapatkan apa yang wajib anda upayakan dan membiarkan apa yang sudah dijamin untuk kehidupan Anda di dunia ini.

( Spiritual Motivator – DR Nasrul Syarif, M.Si Penulis Buku Santripeneur-Santri Milenial. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur. Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Umat Cendekia )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here