KOMNASDIK JATIM BERSAMA KOMUNITAS HAPPY CP FAMILY SURABAYA ADAKAN WORKSHOP UNTUK ABK

Ir. Rini Medyaningtyas Yuni Sri Redjeki, S. Psi ketika memberikan materi

BANGGASIDOARJO | SURABAYA – Suasana qolbu/hati yang positif dapat pula menyebabkan energi positif kepada lingkungan sekitarnya. Ketika seorang guru atau orang tua men-treatment ABK dengan penuh cinta dan kasih sayang, maka aura energi positif pada diri kita akan sampai dan direspon positif pula oleh mereka dan selanjutnya tubuh si anak akan memproduksi hormone endhorphins, serotonin dan dopamine yang akan memicu otak bagian neokorteks (otak cerdas) untuk bekerja maksimal sehingga akan meningkatkan kemampuan akademik dan kreativitas anak berkebutuhan khusus, menjadi anak lebih aktif, semangat dan termotivasi untuk belajar.

Workshop khusus untuk Anak Berkebutuhan Khusus yang diikuti oleh komunitas Happy CP Family Surabaya

Berangkat dari fakta di atas, Komisi Nasional Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan “Paud ABK” Komunitas Happy CP Family Surabaya mengadakan Workshop. Workshop tersebut bertema “Peningkatan Kesehatan Intelegensia Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pendidikan Ramah Otak Dan Ramah Hati”. Acara ini diadakan di BG Junction Mall Surabaya pada Minggu, 16 Februari 2020.

Ir. Rini Medyaningtyas Yuni Sri Redjeki, S. Psi sedang memberikan contoh menenangkan ABK

Isu mengenai kebutuhan dan ketepatan treatment terhadap ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) merupakan isu yang sangat penting. ABK juga memiliki hak untuk mendapatkan kesejahteraannya sebagai anak dengan penanganan-penanganan yang tepat. Maka dari itu KOMNASDIK Jawa Timur menggelar acara workshop untuk ABK guna memenuhi kebutuhan anak dan orang tua akan pengetahuan mengenai treatment yang tepat.

Antusiasme peserta ketika mengikuti sesi tanya jawab

Ir. Rini Medyaningtyas Yuni Sri Redjeki, S. Psi turut membenarkan bahwa ABK memang memerlukan treatment spesial agar dapat tumbuh dan berkembang lebih optimal. Salah satunya dengan model pendidikan yang ramah otak dan ramah hati. “ABK membutuhkan layanan pendidikan yang spesifik dan karakteristik sesuai dengan jenis hambatannya. Layanan pendidikan ramah otak ramah jantung sudah melalui uji empiris dan bahkan telah dilakukan mulai ribuat tahun yang lalu”.

Selain memberikan pembelajaran mengenai pendidikan ramah otak dan ramah jantung, pemateri juga menejelaskan terapi-terapi yang diberikan kepada anak untuk menangani situasi-situasi tertentu. Seperti ketika anak menangis, untuk menenangkan anak, dan masih banyak lagi.

Praktek taping untuk men-treatment ABK

Ibu Desi (30) yang merupakan peserta dengan Anak yang mengalami autisme menyampaikan bahwa, “Acara ini bagus untuk perkembangan anak, dan orang tua juga supaya tahu bagaimana cara yang tepat menangani anak-anaknya. Awalnya memang sulit menangani anak dengan kebutuhan khusus, tapi lama-lama dibuat enjoy saja”. Ibu Desi juga menjelaskan bahwa, “Banyak manfaat yang didi dapat salah satunya yaitu bagaimana cara memijat anak. Diharapkan lebih banyak acara seperti ini diadakan, agar kita lebih tau bagaimana cara mentreatment anak dengan kebutuhan khusus”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here