Foto Kang Didin

Siapa sangka, dibalik kesuksesan pengusaha yang akrab disapa Kang Didin tersebut ternyata memiliki kisah yang tidak selalu mulus. Kang Didin mengaku pernah jualan krupuk keliling sekitar desanya tinggal, untuk sekedar membantu orang tuanya, menghidupi semua anggota keluarga. Bahkan Kang Didin juga pernah jadi tukang cuci piring di dekat kampus nya saat kuliah dulu, untuk sekedar bertahan hidup saat merantau di Surabaya. Berikut adalah kisah sukses Kang Didin yang mungkin bisa menginspirasi Anda para mahasiswa ataupun calon pengusaha yang berasal dari narasumber langsung:

Selama ini banyak orang bertanya kepada saya bagaimana rahasianya menjadi pengusaha yang sukses. Mereka berharap saya bersedia membagi pengalaman dan kiat-kiat berusaha supaya sukses. Bagi saya, membagi pengalaman kepada orang lain menyenangkan, apalagi bila pengalaman saya tersebut bermanfaat.

Rabu, 04 Januari 2020 lalu, saya diundang oleh kampus Mandiri Enterpreneur Center (MEC) untuk membagi pengalaman. Dalam acara bertajuk “Enterpreneur Session” itu saya diminta memberikan materi mengenai kewirausahaan dan kiat sukses berbisnis.

Kepada para mahasiswa saya katakan untuk sukses berbisnis kita tidak bisa hanya belajar di bangku kuliah saja. Bangku kuliah hanya mengajarkan dasar dan teori. Sisanya kita belajar kepada mereka yang telah berhasil, mereka yang sudah sukses. Orang itu tidak harus S3 untuk menjadi pengusaha. Bisa jadi hanya S2 seperti saya, bahkan ada yang tidak memiliki ijazah.

Apa langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai usaha dan menggapai kesuksesan? Jawabannya adalah mimpi. Kita harus punya “Mimpi Besar”. Kita harus berani bermimpi menjadi orang yang sukses. Sejarah juga membuktikan banyak temuan hebat dan orang sukses dimulai dari sebuah mimpi. Kalau Anda bermimpi saja tidak berani, ngapain membuka usaha.

Tentu saja tidak hanya berhenti sekedar mimpi untuk mencapai sukses. Setelah mimpi Anda bangun, lalu pikirkanlah bagaimana meraih mimpi Anda. Berfikirlah yang besar. Seperti kata miliarder Amerika Donald Trump; if you think, think big. Pikir yang besar, pikir jadi presiden, jangan pikir yang kecil kecil.

Setelah itu Anda buat rencana, buat rincian, dan bentuk sebuah tabel. Terakhir, yang paling penting, segera jalankan rencana tersebut. Jika Anda bertanya perlukah berdoa? saya katakan berdoa itu perlu (baca : sangat penting). Tapi perencanaan juga perlu. Doa saja tanpa perencanaan saya rasa tidak akan berhasil.

Dulu waktu masih kuliah, saya biasa membuat perencanaan dan membagi waktu. Saya bangun sholat Subuh, lalu senam pagi, setelah itu saya berangkat ke warung tempat saya bekerja sebagai tukang cuci piring. Baru pukul 9 belajar. Intinya dengan perencanaan, masalah akan terselesaikan dengan baik. Sekarang juga begitu, saya bagi waktu untuk organisasi dan lainnya. Pukul sekian seminar, pukul sekian jadi pembicara, pukul sekian meeting dengan beberapa relasi. Kadang 10 masalah bisa saya selesaikan sehari.

Keluhan paling sering dilontarkan orang yang tidak berani berusaha adalah tidak mempunyai modal atau dana. Banyak juga yang berkata saya bisa sukses karena orang tua saya pengusaha. ltu salah besar. Orang tua saya buruh tani di pelosok desa. Saat memulai usaha saya tidak mempunyai uang.

Awal mula Fresh MILK berdiri (foto diambil Desember 2014).

Saat akan membuka Kedai STMJ waktu itu juga tidak memiliki dana. Caranya saya memaksimalkan peralatan yang saya punyai di rumah, mulai meja, gelas, sendok, panci, kompor, dan peralatan lainnya, bahkan istri saya selalu saya kasih tahu, jika sudah jam 16:00 WIB kompor nya jangan di pakai masak di dapur lagi, karena akan saya gunakan untuk jualan STMJ di depan rumah, kebetulan saat itu kami hanya memiliki kompor itu. Lalu jualan STMJ di depan rumah itu, saat ini sudah menjadi café cukup besar yang berbahan dasar susu, Fresh Milk. Alhamdulillah café Fresh Milk ini, saat ini satu-satunya café susu, yang masih bisa bertahan sampai 6 tahun terakhir ini, ini tidak terlepas dari pengelolaan secara profesional, mulai dari bahan baku, produksi, penyajian, sampai pada kualitas rasa.

Foto Kang Didin bersama calon Investor cafe Fresh Milk.

Jangan pernah bicara tidak punya dana. Uang datang jika ada ide besar atau ada proyek yang visible. Bill Gates juga tidak mempunyai uang, tapi dia mempunyai ide bagus. Dia tidak lulus kuliah, dia bukan anak orang kaya, tapi dari garasinya dia bisa membuat Microsoft jadi perusahaan besar.

Maka pikirkan ide yang bagus, lalu Anda cari partner yang punya uang. Yakinkan dia dan berkerjasamalah dengan dia. Jika dalam kerjasama partner Anda meminta keuntungan Iebih besar, jangan persoalkan.

Misal semua ide dari Anda tapi Anda hanya dapat 10%, itu tidak masalah. Sebab 10% itu masih untung dari pada Anda tidak jadi bekerjasama dan hanya dapat nol %. Jangan lihat kantong orang, jangan lihat untung orang, lihat kantong kita ada penambahan atau tidak.

Setelah Anda menjalani usaha, suatu saat Anda pasti akan menghadapi masalah. Hadapi saja masalah itu, karena masalah adalah bagian dari hidup yang akan terus datang. Saya sendiri juga pernah menghadapi masalah saat tahun 2018-2019. Saat itu kondisi perusahaan drop dan kesulitan operasional, sebagian besar karyawan kita rumahkan.

Saat itu hampir semua aset bergerak kita jual semua. Di saat yang sulit ini biasanya sahabat-sahabat kita, rekan-rekan kita semua lari. Tidak ada yang peduli lagi dengan kita.
Tapi yang penting setelah kita terpuruk, kita harus bangkit kembali. Kalau saat itu saya tidak bangkit, maka saya tidak bisa saat ini. Saya berprinsip hadapi saja masalah, jangan lari. Banyak usaha yang saya lakukan, mulai bagaimana meminimalkan beban operasional, melakukan pemasaran besar-besaran.

Akhirnya dengan usaha keras pada awal tahun 2020 saya bisa bangkit kembali dan bisnis saya membaik kembali, meskipun saat ini ada pademi COVID -19, namun bagaimanapun kita tetap harus bertahan. ltulah pengalaman saya selama ini. Saya berharap bisa menjadi ilmu yang berguna. Papatah mengatakan pengalaman adalah guru yang paling baik.

Sebagai penutup saya ingin bercerita mengenai kisah telur Colombus. Suatu saat Colombus menantang orang-orang untuk membuat telur bisa berdiri.
Saat itu tidak ada satupun orang yang bisa membuat telur berdiri. Kemudian Colombus memberi contoh cara membuat telur berdiri dengan memecahkan bagian bawahnya. Lalu orang-orang berkata; ah, kalau begitu caranya saya juga bisa.

Nah, saya ingin menjadi Colombus. Saya tunjukkan caranya, Ialu Anda mengatakan; kalau begitu saya juga bisa. Kemudian Anda memulai usaha dan menjadi berhasil dan sukses. Saya senang kalau anda sukses, karena semakin banyak orang sukses, semakin maju bangsa ini.

@Lia Andini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here