BUKTI CINTA, PRIA INI NEKAT BERSEPEDA KE CHINA DEMI LAMAR KEKASIHNYA

BANGGASIDOARJO.COM – Mencintai dan dicintai merupakan salah satu perasaan yang paling membahagiakan, yang bisa dirasakan seseorang. Jatuh cinta membuat orang melakukan apapun demi nama cinta.

Jatuh cinta tidak hanya sekadar rasa suka, namun ada banyak hal yang ajaib di dalamnya. Bahkan karena jatuh cinta, orang menjadi gila. Seperti yang dilakukan oleh pemuda asal Sambas Kalimantan yang menyelesaikan studinya di Kota Malang ini.

Luthfi Maizakusuma pemuda asal Sambas Kalimantan yang saat ini tinggal bersama istrinya di Singosari Malang mempunya cerita ajaib soal cinta. Cinta Luthfi hanya untuk istrinya, Lukluk UI Muyassaroh.

Saking cintanya sama sang istri, Luthfi nekat bersepeda dari Malang ke Cina hanya untuk melamar kekasihnya. Luthfi bercerita, semuanya berawal saat ia kuliah di Malang. Sebagai anak dari orang tua yang kurang mampu, Luthfi tidak memiliki biaya seperti mahasiswa lainnya. Untuk membiayai kuliahnya dia nyambi mencari uang dengan bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Namun gaji dari pekerjaan itu masihlah kurang. Tak kurang akal, ia memainkan biola yang biasa dia lakukan di stasiun Malang kota untuk mencari tambahan.

“Berhubung saya dari keluarga sederhana, untuk biayain kuliah saya nyambi kerja jadi karyawan swasta dan hampir tiap hari ngamen dengan biola di depan stasiun kota Malang,” kata Luthfi di salah satu acara bersepeda di Sidoarjo, Senin (28/10/2019).

Luthfi melanjutkan pertama kali ketemu dengan calon istri di tahun 2012. Saat itu istrinya menjadi fasilitator untuk sebuah kegiatan, dan Luthfi menjadi salah satu pesertanya.

Usai kegiatan, Luthfi tak pernah mengontak gadis yang bakal menjadi istrinya tersebut. Lama tak bertemu, di awal tahun 2015 setelah pulang dari perjalanan touring sepeda ke Indonesia bagian tengah dan bagian timur, Luthfi dipertemukan kembali dengan pujaan hatinya di Malang dalam acara musik.

“Di situlah mulai bertukar kontak dan kedekatan kami berbuah manis, merasakan kecocokan lalu kami menjalin hubungan spesial,” tambah Luthfi.

Namun saat asmara lagi membara, tiba-tiba di pertengahan 2016, istrinya mendapat beasiswa pascasarjana ke Cina.

“Sementara saya tetap melanjutkan kuliah, kali ini pascasarjana di Malang. Lika-liku dalam hubungan LDR itu banyak banget, dan sempat putus juga. Gak lama sih putusnya, 1 mingguan doang. terus balikan lagi,” terangnya.

Luthfi mengaku di bulan Februari tahun 2017, setelah lulus pascasarjana, ia memantapkan hati untuk menyusulnya di Tiongkok. Karena memang tak punya dana cukup dan ingin menunjukkan kesungguhan hati, Luthfi nekat ke Cina dengan bersepeda.

Luthfi memang hobi bersepeda dan sering mengikuti touring sepeda hingga jauh ke wilayah lain di Indonesia. Namun Luthfi berbohong ke istrinya. Luthfi izin ke istrinya untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia bagian barat.

“Awalnya dia tidak mengetahui kalau mau disusul. Taunya pas di Medan saat saya terpaksa bilang karena harus mengajukan ‘visa invitation’ dan butuh beberapa syarat darinya kayak dokumen dan lainnya. Meskipun ia mengetahui kalau saya mau ke sana tapi ia tetap tidak mengetahui kalau akan dilamar,” katanya.

Akhirnya, Luthfi mengandalkan keterampilan biola, untuk mengumpulkan biaya selama di perjalanan. Mampir dari kota satu ke kota lainnya sesuai rute yang sudah di mapping. Setelah 7 bulan sejak Juni 2017 ngamen biola, pada Januari 2018 tibalah dia di Singapura.

“Alhamdulillah biaya pun terkumpul sesuai target. Saya punya limit visa sebelum 15 Juni 2018 udah harus masuk China, kalau lebih visa saya dianggap expired dan gak boleh masuk,” terangnya.

Targetnya paling tidak tanggal 13 Juni sudah masuk. Kebetulan tanggal 27 Juni 2018 calon istri diwisuda pascasarjananya. Luthfi juga sekalian mau menghadiri wisudanya.

Dalam perjalanan, kata luthfi, halangan terbesar baginya adalah menaklukkan diri sendiri, meredakan ego, memantapkan hati, dan menepis segala pikiran buruk. Memang itu semua tidak gampang karena halangan justru lebih banyak dan lebih berat. Mulai dari mengalami kebocoran ban, kerusakan sepeda, dan mendapatkan perlakuan kriminal dari preman.

“Tekad saya memilih bersepeda ke sana karena saya ingin menunjukan keseriusan dan bukti cinta saya kepadanya. Saya pernah istikharah, meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa, Alhamdulillah ia hadir di mimpi saya,” terangnya.

Lebih lanjut Luthfi menceritakan, bagi dirinya itu petanda baik, dan yakin banget dari awal ia adalah jodohnya. Karena itu Luthfi rela bersepeda dari Malang Indonesia ke Cina hanya ingin melamar calon pujan hati yang tercinta.

“Itu bukti bela-belain nunjukin keseriusan saya dengan melamarnya di Tiongkok. Dan alhamdulillah kami menikah dengan Lukluk UI Muyassaroh pada 14 Desember 2018, serta bersyukur sudah punya putri pertama, yang lahir 29 September 2019,” tandas Luthfi. (*)

sumber : detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here